Geco dan Gece

by gelaph

Beberapa waktu yang lalu, gue baca twitnya @KeiSavourie di TL gue “If you were someone else of the opposite sex, would you like to date with the person you are now?”. Ini pertanyaan yang menarik sih buat geng single semacam gue dan gue udah membuat semacam analisis superngasal untuk menjawab pertanyaan ini.

Oke, anggap aja, gue yang sekarang kita kasih nama Gece (Gelaph Cewek), dan lawannya ya Geco (Gelaph Cowok). Si Gece ini tampilan luarnya gede, jutek, jarang senyum, males nyapa duluan, disapa duluan pun jawabnya sekenanya, KECUALI terhadap orang-orang yang dia kehendaki. Milih temen? Mungkin juga. Tapi Gece nggak milih temen berdasarkan status sosial atau sejenisnya, tapi lebih ke….entahlah…chemistry mungkin? Chemistry yang bisa timbul dari kesamaan minat, atau isi otak sang lawan bicara yang menarik perhatian Gece, atau….nasib lo lagi bagus kali ya bisa ada chemistry sama Gece? *ditendang*

So, kalo gue jadi Geco, gue bisa bilang, kalo untuk first impression, gue bisa bilang gue nggak tertarik sama Gece. Gue takut. Takut digampar.

Terus, anggeplah Geco jadi lebih kenal Gece, belum deket, baru kenal doang. Penilaian Geco tentang Gece bisa jadi berubah. Gece ternyata nggak jutek. At all. Bisa diajak ngobrol basa-basi busuk juga ternyata, walaupun mukanya tetep lempeng. Tapi, tetep sih gue sebagai Geco, belum tertarik untuk dating sama Gece.

Dan kalau waktu mengizinkan Geco untuk keep in touch sama Gece, Geco akan semakin tau kelakuan Gece. Supercuek, dodol, sinting, mesum, namun tetap logis, skeptis, dan tegas. Gece yang siap mendengarkan keluh kesah Geco. (Mendengarkan dan mencela, lebih tepatnya, hahaha). Gece yang supercuek tapi ternyata perhatian juga. Gece yang bisa (mau) diajak ngobrol apa aja, termasuk hal paling absurd yang ingin Geco katakan, tanpa takut dijudge aneh, karena sebenernya Gece sendiri udah aneh. Ya begitulah.

Begitu Geco udah kenal deket sama Gece, kayaknya sih rasa nyaman yang akan timbul. Nyaman yang bukan untuk dijadiin pasangan. Lebih pingin dijadiin sahabat atau adek kali ya, biar bisa ditoyor plus dicubitin tiap hari tanpa ada hard feeling apa-apa.

So buat cowok-cowok yang kenal gue, bener nggak nih analisis superngasal gue ini? *ngakak*. Ya kalo beda dari pendapat sampeyan ya wajar sih, beda cowok beda cara mikirnya toh harusnya? Gak mungkin seragam sama si Geco. :D

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: