Pedih

by gelaph

Pedih adalah memejamkan mata, menangis tanpa suara, tak terlihat siapa-siapa, dan membiarkannya mengering tanpa usaha
Lebih pedih lagi mengucek mata perlahan, berharap air mata tidak tumpah, lalu membalikkan badan tersenyum kepada dunia

Pedih adalah merasa tersakiti oleh ulahnya, tindak-tanduknya, perkataannya, tingkah lakunya
Lebih pedih lagi mengetahui orang yang kita cintai merasa tersakiti, dan kita adalah penyebab dari semuanya.

Pedih adalah merasa terlupakan, terlupakan dengan mudahnya, tergantikan dengan sosok baru di hidupnya
Lebih pedih lagi memaksa diri melupakan, mengalihkan perhatian kepada sosok lain, dan berhasil, untuk sesaat saja

Pedih adalah mengetahui bahwa ia yang paling mengerti, memahami, menerimamu apa adanya, namun tidak bisa bersama
Lebih pedih lagi mengetahui bahwa alasan kau tidak bisa bersamanya adalah karena ada orang lain di hidupnya

Pedih adalah mengetahui bahwa kau bukanlah orang yang ia pilih untuk menemani hidupnya
Lebih pedih lagi kau merasa bahwa kau bukanlah orang yang tepat untuk menemani hidupnya

Pedih adalah tidak dipertahankan, dilepaskan begitu saja, dicampakkan tanpa susah payah
Lebih pedih lagi mengetahui ternyata ia telah mencadangkan sebagian hatinya, sekedar untuk berjaga-jaga

Pedih adalah bahkan sepotong kue, tokoh komik, bahkan warung kopi pun mengingatkanmu akan keberadaannya
Lebih pedih lagi membayangkan ia masih menikmati hal-hal indah itu, hanya objek pesertanya saja yang berbeda

Pedih adalah mempercayai janji dan berakhir dengan kecewa dikhianati
Lebih pedih lagi mengetahui bahwa ia bahkan tidak repot-repot mengingat janjinya

Pedih adalah menerima tatapan kebencian, rasa tidak suka, dan penghindaran yang nyata
Lebih pedih lagi apabila itu diterima dari orang yang pernah saling mencinta

Pedih adalah menghapus semua hal-hal yang berhubungan dengannya tanpa terkecuali
Lebih pedih lagi menyadari bahwa otakmu terlalu bodoh untuk kau suruh melupakannya barang satu tarikan napas saja

Pedih adalah melakukan kesalahan yang menyakiti, meminta maaf, namun tidak dimaafkan
Lebih pedih lagi berakting seolah tidak ada apa-apa, padahal di antara kita, tidak ada yang tidak remuk redam karenanya

Disclaimer: Orang yang menulis sajak atau puisi itu bukan berarti galau. Sama aja kayak orang yang lagi lari, belum tentu ia buru-buru, bisa jadi dia lagi olah raga kan? ~ @muhadkly

Tags:

2 Comments to “Pedih”

  1. “…. yang menulis sajak atau puisi itu bukan berarti galau”,
    tapi puisi itu berdasarkan pengalaman nyata kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: