Si Manusia dan Si Makhluk Halus

by gelaph

Si Makhluk Halus bisa melihat Si Manusia, sedangkan Si Manusia tidak bisa melihat Si Makhluk Halus. Si Manusia merasakan ada ketidakadilan disini. Kalau Si Makhluk Halus “mengganggu” Si Manusia, itu kemungkinan besar adalah sengaja, karena merasa terganggu oleh ulah Si Manusia yang tidak sengaja “mengganggu” Si Makhluk Halus.

Lantas, dengan Si Manusia merasa tidak adil bahwa ia berada di spot light, sedangkan Si Makhlus Halus berada di blind spot, apakah yang bisa ia perbuat? Meminta kepada Tuhannya agar ia dapat melihat Si Makhluk Halus sehingga mereka bisa hidup berdampingan, tanpa perlu saling mengganggu dan merasa terganggu? Tampaknya tidak. Si Manusia lebih ingin agar ia dan Si Makhluk Halus hidup di frekuensi yang benar-benar berbeda, tanpa ada yang bisa melihat satu sama lain. Tanpa perlu bersinggungan satu sama lain.Tanpa saling mengganggu satu sama lain. Apakah yang demikian itu lebih adil, Tuhan?

-Si Manusia, berbicara kepada Tuhannya, 24 Oktober 2011-

 

2 Comments to “Si Manusia dan Si Makhluk Halus”

  1. good idea, apakah makhluk halus memiliki kesenangan tersendiri bisa melihat manusia?atau dia menginginkan hal yang sama, saling tidak melihat satu sama lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: