Saat Dua Pesawat Bercakap-cakap

by gelaph

Di sebuah pelataran parkir di area bandara Soekarno-Hatta,  JT sedang bersiap-siap untuk melakukan tugasnya hari itu, yaitu terbang dari ibukota Jakarta menuju Pulau Dewata Bali.

Ia melayangkan pandangan ke sebuah garasi perusahaan perawatan pesawat yang terletak di samping pelataran parkir. Di sana ia melihat GA sedang dimandikan oleh para beautician-nya. Perawatan sehari penuh, dari ujung moncong sampai ujung ekor.  Tampaknya sedang dipersiapkan untuk penerbangan Jakarta – Tokyo esok hari.

Tahu sedang diperhatikan, GA mengangkat moncongnya tinggi-tinggi. Namun hal itu tidak menyurutkan JT untuk menyapa GA.

“Wah Jeng GA, enak banget ya kayaknya. Saya udah lama nih nggak spa begitu.”

“Ah biasa aja kok Jeng JT, perawatan standar aja. Biar tetap cantik dan segar bugar waktu beraktivitas.” GA menjawab sekenanya.

“Iya juga sih. Apalagi kan Jeng kan tugasnya ke Tokyo ya? Tokyo kayak apa sih Jeng bentuknya? Saya belum pernah terbang ke sana. Capek ya kayaknya terbang lama begitu?”

“Ya kalau dibanding ke Bali yang nggak sampai 2 jam sih memang capek Jeng. Tapi saya senang-senang aja sih ditugaskan ke Tokyo. Apalagi kalau lagi musim semi. Sakuranya cantik sekali soalnya.”

“Wahhh, seneng banget ya kayaknya. Eiya, denger-denger kemarin itu Jeng dapet bintang empat ya dari Sky Trax?” JT bertanya lagi.

“Oh itu udah lama sih Jeng, ya hitung-hitung penghargaaan atas kerja keras saya selama ini.”

“Hebat banget ya Jeng GA ini. Saya kapan ya bisa dapet bintang empat begitu?”  JT merasa semakin rendah diri, sementara GA merasa semakin di atas angin.

“Ya tergantung usaha dan kerja keras Jeng aja, bagaimana cara Jeng belajar dari kesalahan dan berusaha memperbaiki diri secara terus-menerus. Kalau untuk Jeng, mungkin bisa dimulai dari ketepatan waktu untuk terbang. Jangan malah ketiduran sewaktu saatnya melakukan tugas, jadi datang terlambat deh ke bandara. Gimana bisa maju kalo penumpangnya protes terus gitu?” GA mengkritik pedas JT  sambil mengibas-ngibaskan roda depannya yang sedang di-manicure,  sementara JT terpekur memikirkan kata-kata GA.

Tak lama berselang, SQ mendarat mulus dari New York. Tak lupa melemparkan senyum tipisnya. Bintang lima Sky Trax berkilauan di atas keningnya. Membuat JT dan GA terpesona sekaligus iri atas keanggunannya. Dan sungguh benar apa kata orang-orang. Di atas langit, masih ada langit.

-Jakarta, 4 Januari 2011-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: