Secarik Pesan untuk Hati

by gelaph

Tulisan ini dibuat sebagai kelanjutan kisah tokoh Grahita di novel Trave(love)ing.

 

Trave(love)ing: Hati Patah, Kaki Melangkah

Hai Hati,

Apa kabarmu? Lama tak bercakap membuat rasa kangen menghampiri. Wajar tampaknya, mengingat terakhir kali kita berkomukasi itu sewaktu kamu lagi galau-galaunya. Ingat? Yang sampai Trave(love)ing ke Bali demi bisa sehat walafiat lagi.

Well, asal kamu tahu aja, waktu itu aku nyaris bingung mau ngasih saran apa. Saking berbedanya pendapat yang kita keluarkan.

Nyaris bingung, lho. Bukan berarti bingung beneran. :P

Kamu tahu, Hati?

Aku kangen kita yang dulu sangat cocok. Nyaris tidak pernah beradu argumen, apalagi sampai cekcok. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa tahun belakangan. Penuh dengan emosi kata dan air mata.

Tapi, sudahlah. Lebih baik kamu simak pesan singkatku ini.

Dua hari yang lalu sewaktu kamu sedang beristirahat,  Mama bertanya kita mau didoakan apa di tanah suci sehubungan dengan perjalanan beliau melaksanakan rukun kelima dalam Islam.

Mendengar pertanyaan tersebut, aku cuma mampu tersenyum tipis.
“Doakan yang baik-baik aja, Ma.” 

Napas kuhela sebelum melanjutkan, “dan tolong aminkan saja semua pintaku ya Ma.”  

Beliau hanya menatapku. Memberi segaris senyum manis, lalu mengangguk mengiyakan.

Kamu tahu, Hati?

Banyak sekali hal yang aku panjatkan agar dapat diaminkan oleh ibunda tercinta. Tapi mungkin yang perlu kamu ketahui, aku menyelipkan sebait permintaan ini. Khusus untukmu.

Tuhan,
Biarkan Hati jatuh cinta sekali lagi
Untuk terakhir kali
Dengan dia yang Kau kehendaki
Amin.

Sesederhana itu kan keinginanmu, Hati? I know you. :P

Terakhir, jaga diri baik-baik.
Kasihan kalau lelakimu kelak memperoleh kamu yang tergores sana sini.
:)

Tertanda,

Dari yang sangat memedulikanmu,
Logika

7 Comments to “Secarik Pesan untuk Hati”

  1. Line “kasihan kalau lelakimu kelak memperoleh kamu yang tergores sana sini” itu semacam copas edit dikit dari kalimatnya Revol Tamba, “Jangan. Kasian. Nanti hatinya banyak tempelan”. Kalimat saat dia melarang gue untuk ganti gebetan seminggu sekali. (…yakali, Vol?) ~(–,)~

    • Kecupsss gelappphh..ciniii ciniii dicayaang duluuu :*
      Usaha udah..Mungkin kita yang berdoanya belum khusyuk kali yaa Gelss..hyuukk berusaha dan berdoa teruss..Inget Tuhan biar kita diinget sama Tuhan :)) Semangadhh Gelutss..Saling menyemangati..Mari senyum dulu *peluukktibaaan*

  2. Kadang emang susah akur ya hati ama logika.

  3. hati dan logika sering ga akur, gmn cara akurin nya? *halah*
    Salam kenal yah :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: