Atheis

by gelaph

Semakin banyak teman dan kenalan gue yang mengaku bahwa ia adalah seorang atheis. Tidak percaya dengan adanya kekuatan maha yang diyakini sebagai Tuhan. 

Namun hingga saat ini, gue belum pernah menemukan seorang atheis yang bisa memberi jawaban  memuaskan atas pertanyaan super sederhana ini:

“Kalau bukan Tuhan, siapa yang menciptakan bumi?”

Ada yang hanya bisa diam. Namun ada juga yang menjawab bahwa bumi terbentuk karena proses alam.

Proses alam pala’ lu. Gak jelas banget sih ngasih jawaban.

Begitulah kira-kira hati gue memaki orang yang seenak udelnya menjawab bumi tercipta karena proses alam.

….

Pernah dengar Big Bang? Teori dentuman dahsyat?

Silakan di-Google mengenai teori ini. Tapi singkatnya, teori ini percaya bahwa alam semesta adalah sebentuk benda padat panas pada jutaan tahun lalu. Benda ini menjadi sangat padat dan panas sehingga akhirnya meledak sedemikian rupa dan terbentuklah serpihan-serpihan kecil yang diyakini menjadi tata surya. 

Masuk akal memang. Logis.

Lalu, jawab pertanyaan sederhana gue yang kedua:

“Tahu permen Chacha kan, permen bulat warna warni? Menurut logika aja nih, gimana cara membuat permen Chacha?”

Membuat permen butiran cokelat warna-warni itu kurang lebih sama dengan teori Big Bang walaupun tidak sama persis. Semua adonan diaduk, dipanaskan, kemudian dipencar menjadi permen berbentuk bulat warna-warni. Semuanya melalui proses ilmiah yang masuk akal. 

Lalu, pernah berpikir, siapa yang menjalankan proses tersebut? Apakah sistem pembuatan permen cokelat itu akan berjalan sendiri tanpa, katakanlah, orang yang mengatur dan mengecek alat pengaduk bahan-bahan sehingga pada akhirnya menghasilkan butiran cokelat?

Menurut gue, selalu ada penggerak di balik semua sistem. Baik sistem pembuatan cokelat ataupun pembentukan alam semesta. Ada kekuatan yang mengatur itu semua. Dan, pencipta alam semesta tentunya adalah Zat Maha Kuat yang sudah sepantasnya dipanggil Tuhan, if I’m not mistaken?

Oh, tenang saja. Gue gak meng-judge para pemercaya atheisme. Gue hanya ingin memperoleh jawaban memuaskan atas kedua pertanyaan yang gue cetak tebal di atas.

Gue hanya bingung, kenapa paham atheisme itu lahir. Kalau untuk agnostic (tidak memeluk suatu agama tertentu tapi percaya akan keberadaan Tuhan), gue masih lebih bisa mengerti. Mereka hanya tak ingin dikotak-kotakkan oleh agama dan ingin menyembah Zat Maha Kuat itu dengan cara mereka sendiri. It’s okay-lah, gue paham.

Orang-orang atheis selalu berpendapat bahwa semuanya berpusat dan berasal dari logika. Keberadaan Tuhan tidak termasuk di dalamnya. Tapi yang gue temukan sih, semakin gue menggunakan logika, semakin gue yakin Tuhan itu memang ada.

Any comment?

-Random post yang dibuat 22 Maret 2013, dibiarkan lama di draft, dan entah kenapa pingin aja mencet tombol post sekarang.-

One Comment to “Atheis”

  1. kebayang kalo orang Atheis lagi ngadepin masalah gede dia harus mecahin sendiri ampe mentok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: