Archive for ‘Something to be Shared’

March 12, 2014

International Women’s Day

by gelaph

Dua hari lalu, gue terlibat meeting dengan Pak Boss, membahas review laporan keuangan yang membosankan. Di tengah-tengah pembahasan, Pak Boss yang Insya Allah lelaki tulen itu entah kenapa ter-distract dan memulai sedikit percakapan mengenai Hari Wanita Sedunia yang jatuh setiap 8 Maret.

Pak Boss: “Kemarin itu Hari Wanita Sedunia ya?”

Gue: “Ho oh.”

Pak Boss: “Aku heran, mereka itu selalu menuntut persamaan dengan laki-laki.”

Gue yang belum ngeh arah pembicaraan ini, bahkan gak tau siapa ‘mereka’ yang dimaksud beliau, hanya bisa ber-hmmm ria.

Pak Boss: “Menurut kamu Lap, cewek sama cowok itu sama nggak?”

Gue: “Nggak.”

Pak Boss: “Terus, cewek harus menuntut jadi sama nggak?”

Gue: “Ya enggaklah.”

Pak Boss: “Weis, pinter kamu.”

read more »

Advertisements
February 26, 2013

Inspiration – Perspiration

by gelaph
Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison

Edison

pics from biography.com


 
Genius is one percent inspiration and ninety nine percent perspiration.” -Thomas Alva Edison.

Reaksi pertama saya ketika membaca kalimat berbahasa londo tersebut adalah tertawa. Detik berikutnya saya menyadari bahwa ia memasukkan unsur memotivasi di dalam kata-katanya itu. Lalu selanjutnya saya mengerti bahwa ia hanya tengah merendah.

Hanya dengan satu kalimat di atas, saya tahu Edison adalah seorang jenius. Kejeniusan adalah gift dan ia adalah salah satu orang yang dapat menggunakan kelebihannya itu dengan baik. Selain menyelamatkan dunia dari kegelapan, literally; ia juga bisa melucu, memotivasi, sekaligus merendah dalam satu waktu.

Well, kalaupun saya bekerja keras membanting tulang sebanyak 99 kali dari inspirasi yang ada, saya tetap tak akan sejenius itu. It’s a gift.

Tapi terima kasih untuk motivasinya, Pak. Terima kasih juga untuk lelucon inspiration-perspiration nya.

Genius, witty, down-to-earth. That’s how I describe him based on his one single line. 

Funny, is it? 

February 6, 2013

Tegas Gak Sesulit Itu

by gelaph

Kadang gue heran sama manusia zaman sekarang. Cuma buat bilang ‘iya’ atau ‘enggak’ aja susah banget. Maju-mundur-maju-mundur. Gak jelas.

Bok, lo cuma menghadapi pertanyaan standar, bukan pertanyaan malaikat Mungkar Nakir di alam kubur. Please deh. Pffft.

Jadi sebenernya lo tuh cuma perlu men-define apa yang sebenernya lo mau. Pingin A di hati, ya bilanglah maunya A. Kalo lo pingin B?

read more »

%d bloggers like this: