Laki Apa “Laki”?!

by gelaph

Gue emosi. Gara-garanya sederhana. Sore ini gue, Medi, dan Mila makan di sebuah warung mie dan roti bakar ternama di bilangan Tomang. Dan, ada sekelompok lelaki muda di meja seberang kita. Keliatannya sih masih kuliah. Mungkin di kampus yang letaknya tak jauh dari sini.

Salah satu dari mereka berniat mengambil kerupuk yang tergantung di dinding. Dia menarik satu bungkus, dan…

KRAK!

Buyar semua kerupuk yang tergantung di tembok. Sekitar 20 bungkus kerupuk berhamburan di lantai.

Lalu, tahu apa yang dilakukan bocah itu?

Dia melenggang kangkung seakan-akan nggak melakukan apa-apa. Saat teman-temannya menertawainya, ia hanya bilang “gue udah feeling banget kalo kerupuk-kerupuk itu bakal jatuh, hahaha”. Sementara ia berjalan kembali ke mejanya, mas-mas pelayan sibuk memunguti kerupuk-kerupuk naas tersebut untuk digantung kembali. Yang gue herankan, kok ada ya cowok yang se-nggak gentle itu. Gue nggak expect dia ngeberesin semuanya deh. Tapi sekedar minta maaf ke pelayan, atau berlaku basa-basi dikit sok-sok mau ngebenerin pun nggak?! Banci.

Gue suka cowok yang berkelakuan layaknya gentleman sejati. Dan gue membenci laki-laki yang tidak bersikap demikian. Tolong di capslock kata “membenci” ya. It’s a strong word.

Sayangnya, di Indonesia, sikap gentleman ini bukanlah suatu budaya. Tidak mendarah daging layaknya jam karet. Lelaki-lelaki luar negeri gue bilang sih jauh lebih gentle dari orang Indonesia. Karena itu merupakan kebiasaan yang membudaya.

Gue akan ceritain satu contoh. Di kantor lama, gue mau masuk ruangan lewat pintu lobi utama. Dan ternyata, ada seorang partner bule yang juga mau masuk. Dia tiba di depan pintu lebih dulu. Tau apa yang dilakukan si partner?

Membuka pintu, langsung masuk, lalu meninggalkan gue begitu aja, layaknya kebanyakan lelaki Indonesia? Bukan.

Masuk, lalu menahan pintu kaca agar gue bisa masuk juga, seperti beberapa lelaki Indonesia? Juga bukan.

Dia ngebukain gue pintu dan berkata “please”. Setelah gue masuk, baru dia mengikuti di belakang. Terus terang gue kaget. FYI, partner adalah kasta tertinggi di kantor akuntan publik. Sedangkan gue? Anak ingusan kemarin sore yang baru beberapa bulan bekerja di sana. Dia ngebukain gue pintu? Wow! What a personality?! Saking kagetnya gue cuma bisa bilang “oh, thank you”, lalu ngeloyor masuk ke ruangan kantor.

Salah seorang teman kantor gue, Deboy, pernah berkata bahwa suatu saat ia akan mengajarkan anak-anak lelakinya untuk bersikap layaknya seorang gentleman. Gue sepakat. Lelaki harus bersikap seperti lelaki sejati. Karena apa? Karena tanpa melakukan survey apapun, gue bisa bilang bahwa sepuluh dari sepuluh perempuan menyukai dan membutuhkan laki-laki seperti itu.

Jadi, buat cowok-cowok yang manja, egois, pemalas, berat tangan, ke laut aja deh. We don’t need men like you.

See?

Tags: ,

7 Comments to “Laki Apa “Laki”?!”

  1. aaa….senangnya cowok aku gentleman…

  2. My BFF saying on our way to have breakfast at office canteen while he opened up the door for me: “Do you know why there’s a ‘ladies first’?”
    “Hmm… I don’t know. Why?”
    Then he thought for a second, maybe thinking if he had to answer my question honestly or not.
    “Why?” I asked again.
    He smirked and answered , “so we can see your ass, hahahaha”
    I was so speechless, but okaaaayyyyyyy.
    “You damn right. Hahaha”

  3. keras dan menohok. tapi bagus.

    Untung gue gentle man

  4. Emang sengaja dibikin keras, Ta. Biar kerasa :P

  5. bukan soal gentlemen atau ngga, di indonesia atau bukan, tapi ada norma-norma yang berlaku universal, kek misal minta maaf kalo (ngerasa) salah, yang gagal diterapin si “laki” itu. hmm … udah.

  6. Nah itu, si laki-laki yang (mungkin) terlalu cuek atau terlalu gengsi untuk meminta maaf, sudah “melanggar” norma universal. Dan gue selalu menganggap, lelaki yang nggak mau atau nggak berani mengakui kesalahan itu adalah lelaki yang nggak ksatria. Nggak gentleman.

    Kalo cewek yang melakukannya, mungkin istilahnya jadi, “nggak peka”? Have no idea, haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: