Nonton… Nggak… Nonton… Nggak…

by gelaph

Gue selalu stress kalo nonton siaran berita tentang Indonesia. Nyaris nggak ada berita baik. Kayak tadi siang, gue nonton salah satu acara berita di stasiun TV swasta. Ini empat berita yang gue tonton:

  1. Berita pertama datang dari Medan. Ada Ketua DPRD Medan memukul seorang petugas bandara karena ia merasa dilecehkan ketika petugas tersebut memeriksanya. Hal ini dilakukan karena metal detector berbunyi pada saat Ketua DPRD lewat.

    Di rekaman kamera CCTV jelas terlihat bahwa si Ketua DPRD menempeleng sang petugas, namun ia mengelak telah melakukan pemukulan. Ya wajar gak ngaku sih, wong dia nempeleng, bukan mukul. #salahfokus :P

    Di salah satu portal berita, ada yang menulis bahwa si Ketua DPRD marah karena “anu”-nya diraba pada saat diperiksa. Tapi tadi pas gue liat beritanya di TV, hal itu nggak kerekam CCTV. Entah karena memang peristiwa tersebut tidak terjadi, atau videonya kepotong.

    Who knows?

    Yang gue sayangkan hanyalah kenapa si Ketua DPRD itu gak bisa mengontrol kelakuannya. Kesal sedikit, main pukul.

    Ya, apapun penyebab kesalnya ya. Entah karena ia merasa direndahkan karena harus diperiksa, atau karena diraba di tempat yang nggak semestinya. Kalau misalnya alasannya adalah yang pertama, karena merasa direndahkan apabila harus diperiksa, gue cuma punya satu kata untuknya: …helloooow?

  2. Buku pelajaran anak kelas 2 SD yang berisi cerita kontroversial Pak Maman dari Kali Pasir akhirnya ditarik.  Dan ditemukan cerita tentan Bung Going yang juga kontroversial di buku pelajaran anak kelas 4 SD. Kalau Pak Maman ada cerita tentang isteri simpanan, Bung Going ini menceritakan tentang keinginannya untuk menikahi pembantunya sebagai isteri kedua. *hening* *menarik napas panjang*
    Sedikit banyak, gue setuju kalau anak-anak harus dikenalkan sedini mungkin dengan budaya yang terdapat di masyarakat Indonesia. Budaya baik ataupun buruk. Sama seperti kisah isteri simpanan dan isteri kedua ini, karena hal tersebut memang benar-benar ada di masyarakat kita.

    Tapi, perlu dipikir lagi juga, apa pantas kalau hal tersebut dimasukkan ke kurikulum?

    Menurut gue, biarlah orang tua dan lingkungan terdekatnya yang mengajarkan hal-hal semacam itu. Biarlah ia belajar norma pantas dan tidak pantas, secara informal. Dari buku pelajaran seharusnya anak-anak hanya menerima kisah serupa Kancil Mencuri Ketimun, yang mengajarkan bahwa mencuri itu nggak baik. Atau serupa Pinokio, yang mengajarkan tentang pentingnya bersikap jujur.

  3. Berita ketiga datang dari kisruh APBN. Masih ingat sidang paripurna DPR yang membahas tentang perlu nggaknya kenaikan harga BBM baru-baru ini? Semua mata publik tertuju ke sana. Tapi tampaknya nggak ada yang ngeh kalo APBN untuk penanggulangan lumpur Lapindo mengalami perubahan. Satu koma enam triliun rupiah disetujui DPR untuk digulirkan dalam menangani lumpur Lapindo. Dan ini dianggap sebagai “pengganti” atas nggak disetujuinya kenaikan harga BBM di APBN.

    Politis, if you know what I mean. Silakan cari beritanya di portal-portal berita untuk info lebih lengkap dan akurat, karena gue udah keburu sakit kepala dengan berita-berita semacam ini.

  4. Ingat tokoh Pak Raden di film Si Unyil? Drs Suyudi, pemeran Pak Raden, dan juga pencipta tokoh Unyil, mengaku nggak pernah menerima royalti dengan dipakainya tokoh Unyil di berbagai siaran TV. Sekarang, ia sedang mengurus hak cipta dari tokoh ciptaannya itu.

    Beberapa hari yang lalu pun gue membaca di Twitter, kalo Pak Raden ini mengadakan acara Pak Raden Ngamen di kediamannya. Ia pun menjual berbagai merchandise Pak Raden di acara tersebut.

    Apapun tujuannya, hal ini gue anggap sebagai usaha untuk menyadarkan masyarakat Indonesia akan pentingnya hak cipta. Sulit memang, tapi bukan berarti nggak bisa.

Nah, dari empat berita yang gue tonton, apakah ada berita positif?

NGGAK ADA.

Yang ada gue malah stress sehabis nonton berita. Dan mengingat buku-buku ataupun artikel manapun selalu menganjurkan untuk menghindari stress, apakah itu berarti gue harus berhenti nonton berita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: