Trave(love)ing: Behind the Scene

by gelaph

Trave(love)ing: Hati Patah, Kaki Melangkah

Ah. Akhirnya terbit juga novel pertama gue, Trave(love)ing. Novel keroyokan bareng Roy Saputra, Dendi Riandi, dan Mia Haryono. Gue enggak akan bercerita banyak tentang asal-usul lahirnya Trave(love)ing, karena si Dendi Riandi sudah mengisahkannya di blogpost yang berjudul Trave(love)ing: Ada Cinta yang Terselip di Perjalanan.

Sekarang, gue lebih ingin menjelaskan apa yang terjadi di balik pembuatan Trave(love)ing. Kalo di film kan ada yang namanya “Behind the Scene”. Mirip-mirip itulah.

Seperti yang udah kalian tahu, (atau mungkin malah belum tahu), Trave(love)ing berisi tentang cerita empat penulisnya. Cerita tentang perjalanan yang dilandasi oleh satu hal yang sama, patah hati.

Dendi berniat untuk move on, dengan cara mengejar fajar baru di negara tetangga. Dan ahem, mengejar cewek baru tentunya.

Gue, bepergian ke Bali untuk menjauhkan diri dari Mr. Kopi. Namun di sana malah banyak sekali kenangan yang muncul, mengingatkan gue lagi akan dia.

Sementara Mia, mengikuti auditor training di Dubai. Ia berkesempatan ke naik ke gedung tertinggi di dunia, membuang sekoper penuh kenangan akan sang mantan.

Terakhir, ada si Roy yang (niatnya) mau nonton Liverpool di Kuala Lumpur. Tapi di sana, si sendal jepit butut hitam ini malah teringat lagi dengan sang mantan. Tak lain adalah si sepatu teplek merah muda.

Cerita-cerita kami dikemas dalam penyajian ringan, menggunakan bahasa sehari-hari, namun tanpa melupakan kemakjleban yang memang seharusnya ada.

Di sini, kalian bisa menemukan gaya penulisan yang berbeda dari kami berempat. Dendi lebih ke satir, berusaha menertawakan pedihnya sendiri. Roy lebih ke caur, lo baca deh gue gak ngerti ngejelasinnya gimana. Mia lebih mellow, bijak, manis, dan cewek banget. Sedangkan gue lebih ke cuek, namun kesan ngenes dan galaunya tetap menonjol.

Buka rahasia perusahaan dikit nih. Mia dan gue memang diplot untuk menulis dengan tone galau dan mellow. Sedangkan yang cowok-cowok, ihhh… masak cowok nulis mellow-shallow-dellow sih? Harus terlihat lebih “laki” dong. Makanya tulisan mereka lebih ke segar dan membuat tersenyum geli, tanpa meninggalkan kesan kalau mereka tidak sedang patah hati.

Hal ini sengaja kami lakukan agar pembaca mendapatkan variasi dalam satu buku. Kalau keempat-empatnya menulis dengan gaya ngelawak semua, atau malah ngegalau semua, bosen enggak sih? :P

Di Trave(love)ing, kamu akan menemui bab kami yang dicampur-campur. Maksudnya, bukan satu penulis bercerita sampai selesai, lalu dilanjutkan dengan cerita penulis kedua. Bukan kayak gitu. Tapi bab satu dari masing-masing penulis dipajang, dilanjutkan bab dua dari masing-masing penulis. Begitu seterusnya sampai dengan selesai.

Trus, emangnya segampang itu menyusun bab-babnya? Ohoo, tentu tidaaak. Harus diatur sedemikian rupa biar feel-nya dapet. Enggak bisa serta merta urutan babnya harus Dendi-gue-Mia-Roy. Boring juga kalo ketebak gitu. Bisa-bisa ada pikiran, “wah udah tulisannya Dendi nih, abis ini pasti Grahita.” Kami enggak pingin kayak gitu.

Alhasil, ada tantangan tersendiri biar antara bab yang satu dengan bab selanjutnya tiap-tiap penulis enggak terlalu jauh jaraknya, atau malah enggak terlalu dekat. Alasannya lagi-lagi, biar feel-nya dapet. Buat kalian yang udah baca, apabila enggak merasa bosen dengan urutan ceritanya, berarti kami berhasil menyusun urutan ceritanya. :)

Selain itu, di masing-masing cerita, diatur ada pertemuan di antara kami. Atau diatur untuk saling berkontak satu sama lain, enggak harus ketemuan.

Nah, proses ngatur ketemuan dan saling kontaknya itu yang agak susah. Harus dipikirin baik-baik biar enggak bentrok atau malah ngegantung aneh. Enggak lucu aja kalo si Dendi cerita ketemu gue di airport, sementara guenya naik kereta. Atau gue cerita gue kontak si Mia pagi-pagi, ehhh si Mia cerita dia bangun kesiangan. Jaka Sembung naik ojek, gak nyambung jeeekkk. Makanya harus disambungkan dengan apik biar jadi cerita yang ciamik. :D

Selain itu, kami juga ingin menambahkan satu kosa kata baru di ingatan para pembaca. Tak lain adalah Trave(love)ing. Merupakan suatu kegiatan bepergian ke tempat yang jauh dari domisili asal, demi melupakan cinta lama. Atau dengan kata lain, pergi jauh agar bisa move on. Jadi kalo ada teman, kenalan, atau sanak saudara yang hendak bepergian jauh; bisa ditanya dengan, “mau ngapain lo ke sana? Liburan, dinas, atau….. Traveloveing?” :D

Proses pengumpulan ceritanya sendiri enggak bisa dibilang gampang. Ada naik turun di antara kami berempat. FYI aja nih, Roy adalah orang pertama yang bilang di WhatsApp grup, “guys, gue mundur ya dari project ini.”

Itu kayak petir siang bolong yang datang padahal kagak ada angin ataupun hujan. Gue, Mia, dan Dendi buru-buru menenangkan Roy yang ternyata baru putus sama cewek barunya. Bukan karena si Roy terserang galau akut dan jadi enggak bisa meneruskan project. Tapi, plot tentang cerita bagiannya yang udah dia setel akan berakhir seperti apa, malah jadi berantakan gara-gara putusnya sama si cewek baru itu. :|

Tapi, bukan Roy namanya kalo enggak menemukan plot pengganti. Dan akhirnya, ceritanya manis-manis aja kan tuh? Enggak keliatan kayak cerita-banting-setir-gara-gara-plan-A-rusak. :D

Project kami ini berawal sekitar November 2011. Dan lagi peak-peaknya pas awal tahun 2012. Saat peak dengan project menulis, project kantor gue pun lagi di puncak kerusuhan. RUSUH. Hahaha.

Gara-gara kerusuhan di kantor itulah, gue pernah enggak ikut ketemuan yang ngebahas progress Trave(love)ing. Gue bahkan pernah menghilang seminggu penuh dari peredaran. Seminggu penuh tanpa kabar. Di WhatsApp grup enggak bunyi, di Twitter apalagi.

Sampe-sampe ketiga temen gue ini pun bilang kalo mereka kangen banget sama gue. Mereka enggak bisa hidup tanpa gue. Mereka sayang banget sama gue, jadi tolong bunyi dikit dong di WhatsApp grup. Begitulah kira-kira. Hahahaha. *ditoyor Mia, Dendi, Roy*

Namun akhirnya pekerjaan gue di kantor terselesaikan, dan gue bisa kembali memberi perhatian kepada Trave(love)ing. Happy ending. :D

Permasalahan ketiga muncul di Dendi. Lulusan Teknik Industri UI yang malah jadi bankir ini, sempat bilang di WhatsApp grup, “guys, what if I can’t finish my story?”

OOT nih, si Roy juga lulusan Teknik Industri UI yang juga jadi bankir.

Okay, back to topic.

Dendi bilang begitu di saat-saat terakhir Trave(love)ing udah mau beres. Tinggal dikiiiiit lagi. Alasannya waktu itu, dia enggak menemukan cerita pengantar menuju endingnya. Jadi, dia udah kepikiran untuk ending ceritanya akan kayak gimana. Namun proses menuju endingnya itu yang doi bingung mau dibawa kemana. *backsound lagu Armada, Mau Dibawa Kemana*

Gue inget waktu itu si Roy cuma membalas pesan Dendi dengan emoticon -____-“

Sedangkan gue dan Mia berusaha menyemangati Dendi yang kayaknya lagi kecapekan lembur.

Gue: “Ayo Den, dikit lagiiiii…… Bisa lah…”

Mia: “Iya Den, nanggung lho Den…”,

Gue: “kata nyokap gue, yang kerjanya setengah-setengah itu ntar jodohnya brewokan lho, Den..”

Mungkin karena mendengar kalimat terakhir gue di atas, dia jadi berniat menyelesaikan tulisannya. Hihihi.

Nah kalo Mia? Ada masalah gak sama dia? Hmm…. Sebenernya sih doi lancar-lancar aja. Udahnya ngumpulin cerita ke Roy paling cepet. Kagak ada niat mundur juga. Ide untuk plot-nya juga enggak stag-stag amat. Hmmmmm…..

Yang enggak lancarnya justru muncul dari pihak sang mantan. Ya. Mia memang memberikan draft Trave(love)ing bagiannya untuk dibaca sang mantan. Semacam meminta izinlah kalo mantannya itu dijadikan inspirasi novelnya.

Sayangnya, kayaknya ada semacam cek cok yang terjadi di antara mereka. Sang mantan berkeberatan dengan beberapa bagian tulisan Mia. Jadinya, Mia harus memutar otak agar si mantan tidak tersinggung, namun drama cerita tetep harus dapet. :|

FYI aja sih.. Trave(love)ing memang terinspirasi dari kisah nyata dari para penulisnya. Namun, adegan-adegan yang terjadi di dalamnya, bisa jadi banget hanya rekaan para penulis. Alasannya gampang, biar dramanya dapet. Karena, gak drama, gak seru! :P

Buat kalian yang bilang, “ah, kisah nyata beneran juga gakpapa..”, terserah deh ya. Terserah! Yang penting, beli bukunya ya! *tetep jualan* :P

Nah, kurang lebih begitulah behind the scene-nya Trave(love)ing sampai akhirnya bisa terbit dan ada di genggaman kalian. Gak kebayang kan kalo pada salah satu step, salah satu di antara kami berempat ada yang benar-benar tidak bisa menyelesaikan bagiannya. Mungkin, Trave(love)ing hanya angan semata. Mungkin. :)

Last but not least,

Happy reading Trave(love)ing,
Hope you can get the feelings it bring

:)

P.S: kalian enggak akan nyesel deh kalo ngeklik satu persatu link berikut. :D @dheaadyta, @mstitisari, @sansan_17, @ellanymutia, @navarthra, and goodreads.

15 Responses to “Trave(love)ing: Behind the Scene”

  1. done Trave(love)ing dalam semalam, baca review di belakang, dan langsung beli, dan langsung habis baca dalam semalem.. good job guys !

  2. Ahh…senangnya…Thanks ya.. Ditunggu lho review di blog-nya. Hihihi

  3. gue suka bagian cerita cewenya: Grahita & Mia. Dalem bener. Surat buat Mr. Kopi. Dubai buat Mantan. {uda baca suratnya lebih dari 3x}

  4. senang sekali Trave(love)ing sudah terbit. konsepnya menarik, kyknya seru nih. btw ini terbitan mana, Ta? sudah mejeng di Togamas kah?

  5. Congrat ya! Gramedia, oye2! Sip, ntr cari ahh..
    Keep writing ya, Ta. aku suka baca cerpen. sama halnya dengan menulisnya :)

  6. haha.. kusut kusut dah. Iya, kami senang mengisi Kopi manis Tanpa Gula bersama dg 4 temen yg lain. Tapi sudah lama ga ketemu Anggi, physically. Dia sekarang sudah di luar kota soalnya :)

  7. Ah, jadi kepo banget deh gw, Akhirnya buka blognya si Mia juga. Hahahaha.. :D

  8. Baca blognya @myaharyono deh yang tentang fakta-fakta Traveloveing :D http://t.co/3BBtfAiu

Trackbacks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: