Jika Aku Menjadi Guru PPKn

by gelaph

 

Masih inget kan dengan pelajaran PPKn? Anak lama nih gue, makanya bilangnya PPKn. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kalo sekarang kan istilahnya PKn. Pendidikan Kewarganegaraan. :D

Anyway, sering nggak sih ngalamin kondisi kayak, “idih. PPKn banget lo” kalau kita bersikap yang positifnya kelewatan?

Pernah kan? Pernah dong? Soalnya PPKn itu identik banget sama kelakuan-super-positif. Saking positifnya, ada beberapa hal yang rasanya pingin gue luruskan di kurikulumnya. *ditabok Menteri Pendidikan*

Well, karena gue gak punya kewenangan untuk mengubah materi pelajaran PPKn, gue menuliskan hal-hal berikut yang akan gue ubah kalo menjadi guru PPKn. Silakan disimak! :D

1. Tidak Memilih-milih Teman dalam Pergaulan

Kita dulu sering banget diingatkan untuk tidak memilih teman dalam bergaul. Berteman dengan siapa saja, tidak melihat SARA (Suku Agama Ras Antargolongan). Gue beranggapan kalo hal ini didengung-dengungkan oleh guru PPKn biar gak ada bocah yang gak punya teman. Kayaknya sih gitu deh, haha.

Anyway, kalo gue jadi guru PPKn, gue akan melengkapi keterangan di buku pelajaran tersebut. Gue akan menyuruh anak didik gue tidak memilih teman berdasarkan SARA, tapi mereka harus memilih teman berdasarkan kelakuan. Jangan berteman dengan anak yang kelakuannya nakal, tengil, iseng, suka membolos, sering gangguin teman sekelasnya, rese, atau hal lain yang negatif. Karena anak-anak gampang sekali terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya.

Ingat pepatah lama? Bergaul dengan tukang ikan akan membuat kamu amis, sedangkan bergaul dengan tukang parfum akan membuat kamu ikut wangi.

Gue agak lupa sebenernya dengan pepatahnya, tapi anggap aja bener begitu. :P

Karena kamu gak bisa memilih keluarga tempat kamu dilahirkan, seenggaknya kamu bisa memilih teman! Selamat pilih-pilih! :D

2. Pentingnya Berpikir Positif

Tau suudzon? Yak, itu artinya berpikiran negatif. Kalo berpikiran positif, itu istilahnya husnuzon. Tulisannya bener enggak ya?

Pas gue bocah, gue sering banget diajari untuk selalu berpikiran positif tentang ketidaknyamanan yang disebabkan oleh orang lain. Misal nih, ada si A yang iseng menjegal kaki si B sampai si B nyaris tersungkur. Pasti si B akan disuruh mikir kalo si A gak sengaja melakukan itu dan lebih baik memaafkan kelakuan si A. Positive thinking and kindhearted human wannabe, darling.

Well, untuk kegiatan berpikir positif, gue akan mengajarkan kepada para bocah untuk berpikir logis dan realistis. Dari kebiasaan kelakuan si A, kemungkinan dia beneran enggak sengaja atau gimana? Lalu liat tampang si A, dia ngerasa bersalah atau malah cengar-cengir tengil? 

Kalau semuanya bermuara kepada kesimpulan si A memang enggak sengaja, senyum aja dan berlalu. Tapi kalau kemungkinan besar si A memang iseng, tanya aja langsung. Konfirmasi. Kenapa ia melakukan hal itu? Ada yang salah di diri saya atau memang si A aja yang tengil? Cara bertanya juga penting. Jangan nanya kayak mau ngajak berantem. Santai aja tanya. Kalau si A marah, santai aja bilang, “yang pantes marah di sini kayaknya gue deh ya.”

Kalau ini dilakukan, akan ada hal positif yang diharapkan tertanam di diri si A dan B. Untuk si A, dia harusnya tidak akan segampang lagi iseng ke teman-temannya kalau semua temannya berlaku seperti si B. Dan untuk si B pun, itu bisa melatih kemampuannya untuk bersikap tegas, melakukan konfirmasi, selain melatih berpikir logis dan realistis.

Jadi intinya daripada terus-terusan diajari berpikir positif, lebih baik berpikir logis dan realistis. Dan, apabila memungkinkan, lakukan konfirmasi, biar jelas. Itu lebih baik tampaknya. Dengar apa kata Bu Guru kan, anak-anak? :P

 

3. Udah dua aja ah.

Gak yakin juga bakal ada yang merekrut gue jadi guru PPKn dengan contoh dua biji itu. :|

 

Cheers,
Grahita

One Comment to “Jika Aku Menjadi Guru PPKn”

  1. Setuju banget ama poin kedua yang mau diubah itu. Kalo poin yang pertama sebenernya ga masalah berteman ama anak yang terkategori nakal asalkan bisa ngebentengi diri ya. Ahtapi susah sih apkikasinya emang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: