“Aku pulang ya.” Demikian kata sang pemuda tanggung kepada pujaan hatinya. Lawan bicaranya, seorang gadis berkuncir kuda, menggangguk. Mereka baru saja pulang dari berkencan di festival alun-alun kota. Terbuai dengan semaraknya acara, tak ada yang sadar bahwa hari telah larut. “Omong-omong, tadi bukunya jadi dibeli?” sang pemuda bertanya. “Malas. Malas bacanya,” jawab si gadis singkat.… Continue reading 3. Dua Jendela