Sayang Anak Sayang Anak

by gelaph

Mie Gorengnya Enak Banget =9

Sabtu kemarin, gue buka puasa di food court Senayan City, dan gue pesen mie goreng-nya Laiker yang enak ituuuu :D. Ya secara gue emang suka mie banget gitu kan, semua mie juga gue bilang enak. Tapi, yang jadi fokus cerita kali ini bukan tentang mie, melainkan tentang sedikit drama yang terjadi di food court Senci.

Jadi, pas kita lagi nungguin Adzan Maghrib, dengan mie siap santap di depan mata, mendadak ada seorang ibu yang berteriak-teriak histeris. “JESSIIIIIIII……. JESSSIIIIIIIIIIIIIIIII….. JESSIIIIIIIIIIIIII…” begitu terus berulang-ulang. Beliau berteriak-teriak mengelilingi food court, yang lagi rame-ramenya sama orang yang mau berbuka puasa. Tentu aja food court yang asalnya berisik jadi mendadak sunyi senyap. Hening. Sehening-heningnya. Yang kedengeran cuma teriakan si ibu itu. Temen gue asalnya ngira si ibu kesurupan. Gue ngirain si ibu sakit jantung atau sesak napas, jadi dia histeris manggil nama orang yang deket sama dia, minta bantuan.

Tapi ternyata, si ibu kehilangan anaknya. Dan reaksinya atas kehilangan itu, jejeritan keliling-keliling food court. Sungguh sangat tidak cool. Beberapa petugas food court pun mencoba menenangkan si ibu dengan mencoba menanyakan ciri-ciri anaknya. Namun, tak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang berteriak dari ujung, sambil membawa seorang bocah perempuan, menanyakan apakah ini anak yang dimaksud, dan ALHAMDULILLAH iya benar, itu anaknya si ibu. Si ibu pun langsung menghambur memeluk bocah kecilnya, diiringi tepuk tangan orang-orang di food court. IYA! Dikasih TEPUK TANGAN, coba!!! Hahahaha. Untungnya si bocah nggak kenapa-kenapa. Nangis pun nggak, lempeng aja gitu mukanya. Gue bersyukur sih sifat panik berlebihan yang diidap nyokapnya nggak nurun ke dia. :P

Kejadian sebagai saksi anak hilang kayak gini bukan baru pertama kali gue alami. Sebelumnya pun gue pernah ngeliat seorang bocah lelaki, lucu banget, jalan sendirian di mall, kali ini di Sogo, Plaza Senayan. Tinggi si bocah palingan setengah paha gue, umurnya palingan 3-4 tahunan. Mukanya bingung, mau nangis, tapi masih tertahan. Trus si bocah disamperin sama mbak2 pramuniaga, sambil ditanya mamanya kemana? Si bocah masih bingung, mukanya sedih, ketakutan, mau nangis, nyampur jadi satu. Nggak tega banget ngeliatnya. Akhirnya si mbak2 pramuniaga bikin pengumuman di bagian informasi, dan tak lama si emaknya datang. Kamu tahu apa yang pertama kali dilakukan si bocah waktu dia ngeliat nyokapnya? Ya, dia menangis. Tersedu-sedu. Mengeluarkan semua ketakutan, kebingungan, dan kesedihan yang udah dia tahan sedari tadi. Dan gue? Gue menahan diri untuk nggak melempar gantungan baju terdekat ke muka tu cewek. Belanja aja diurusin, anak lo ilang kagak nyadar. Dia baru nyadar anaknya ilang pas ada pengumuman dari bagian informasi, bukan? Kalo dia udah sadar duluan, pastinya dia duluan yang bikin pengumuman ke bagian informasi. Cih.

Temen gue bilang sih, harusnya ada belt yang menghubungkan antara ibu dan anak. Jadi si ibu pake belt, si anak juga, dan tali penghubungnya sekitar dua meter, cukuplah untuk si anak bergerak bebas, dan si ibu bisa belanja-belanja tanpa khawatir kehilangan si anak, hahaha. Yang pasti sih, kita harus berhati-hati, jangan sampe kejadian suatu saat anak kita ilang di mall kayak gitu. Belanjaan ilang bisa beli lagi, lah kalo anak ilang? 

P.S: Gue tau ada sebagian di antara kalian yang menjawab “ya bikin lagilahh”…. *geleng2 kepala*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: