Passion

by gelaph

Sering denger kan ungkapan semacam “follow your passion and you’ll never work a day”. Maksudnya, dengan kita memiliki profesi yang sesuai dengan keinginan kita, kita akan merasa bersenang-senang setiap harinya, bukan bekerja. Apa yang lebih menyenangkan daripada dibayar untuk bersenang-senang? Almost nothing I thought :) (Perhatikan, saya menggunakan “thought”, bukan “think”)

Sayangnya, tidak semua orang beruntung dapat meninggalkan comfort zone dan mengikuti passion-nya. Banyak faktor sih, diantaranya ya materi. Realistis aja, setiap manusia butuh pemasukan, dan ada kalanya kekhawatiran akan pemasukan yang tidak pasti adalah hal yang membuat seseorang meninggalkan passion-nya dan bekerja di bidang yang tidak ia sukai namun lebih memberikan pemasukan yang pasti.

Ada juga yang lebih tidak beruntung. Tidak bisa bekerja sesuai passion-nya karena keadaan tidak mendukung. Ingin bekerja di perusahaan favorit, tidak diterima. Ingin berwiraswasta, tapi belum memiliki modal yang mencukupi, dll.

Editor

Saya sendiri sebenarnya punya passion jadi editor majalah, atau penulis, atau semacam itulah. Tapi entah kenapa waktu kuliah malah milih dan tercebur di akuntansi, haha. Setelah masuk ke dunia kerja, punya keinginan untuk bekerja di perbankan, jadi semacam Corporate Credit Analyst. Itu kerjanya semacam menganalisis apakah suatu perusahaan layak diberi kredit dan berapa kredit yang sebaiknya diberikan. Kebayang kan? Bertemu dengan banyak perusahaan, line business yang tidak selalu sama, dengan orang-orang baru, analisis, dan terakhir presentasi mengenai kelayakan kredit yang dapat diberikan kepada perusahaan tersebut. (Seemingly) heaven. :D

Tapi ternyata, kenyataan membawa saya untuk menjadi seorang finance analyst di salah satu perusahaan jasa penerbangan di Indonesia. Saya mensyukuri hal tersebut, tentunya. Namun ternyata jiwa “pingin jadi editor atau penulis atau semacam itulah” masih tetap membuncah. Dan kemarin, tiba-tiba saya dimention di Twitter oleh @auditorindcom. Intinya ia sedang mencari partner untuk berkontribusi mengisi web http://www.auditorindonesia.com. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakannya. Hal ini kan bisa dianggap sebagai penyaluran hasrat menulis selain di blog saya ini. :D

Sampai pada akhirnya saya berpendapat “Punya pekerjaan dan penghasilan tetap sambil terus dapat menyalurkan passion di bidang lain adalah lebih menyenangkan daripada dibayar untuk bersenang-senang”. Itu mungkin semacam punya laki tetap, tapi punya selingkuhan untuk having fun kali ya? *digebukin*
Intinya, I’m happy :)

4 Comments to “Passion”

  1. kalo gw pernah terlintas di pikiran pengen kuliah S2 tapi jurusan sastra :p, dan satu kali yang lain pernah apply jadi guru di pedalaman.
    menyenangkan pastinya kalo kerja sama dengan ngerjain hobi, tapi kalo merasa ‘tidak cukup beruntung’ untuk itu ya minimal kita punya waktu buat ngerjain hobi selain kerja. that’s why …… *lirikKAP2huruf

  2. thanks udah mau kontribusi, semoga ga hanya dua tapi konsisten :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: