Baru Mendapat Hal Baru

by gelaph

Beberapa bulan belakangan, selain disibukkan dengan urusan kantor yang nyaris bikin mimisan saking banyaknya, gue dan teman-teman gue punya project menulis sebuah buku. Novel sih lebih tepatnya. Novel ini ditulis bareng oleh gue, Mimi (@myaharyono), Dendi (@dendiriandi), dan Roy (@saputraroy).  Mengenai konsep dan isinya, itu biarlah menjadi rahasia perusahaan dulu deh ya, sampai bahannya benar-benar matang. :P

Yang pingin gue ceritain kali ini sih sebenernya lebih ke hal-hal yang baru gue ketahui tentang menulis itu sendiri, baik teknis maupun nonteknis. Maklum, ini pengalaman pertama gue menulis buku. Dan mudah-mudahan bukan menjadi pengalaman yang terakhir. Amien.

Banyak hal yang baru gue tau dari temen-temen gue ini, terutama dari si Roy, yang sebelumnya sudah mengeluarkan empat novel ber-genre komedi; The Maling of Kolor, Doroymon, Luntang-Lantung, dan Oh Lala Ting Ting. (Ehem, lo kena biaya promosi ya Roy :P)

Yak, langsung aja deh ya. Check it out, guys :D

1. Gunakan Kalimat Deskriptif-Efektif

Gue memakai prinsip “lebih jelas lebih baik” dalam menulis. Saat kita bercerita, kita hendaknya bisa mengajak pembaca untuk turut larut dalam cerita kita. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menggambarkan detail bagaimana  suasana dan kejadian yang dialami oleh tokoh cerita.

Sebagai contoh, apabila kita menulis kalimat “aku sedih”, apabila dibandingkan dengan “aku menggunakan telunjuk dan ibu jariku agar bulir bening itu tertahan, tidak jatuh seenaknya di wajahku”, kalimat manakah yang lebih bisa “mengajak” pembaca untuk ikut larut dalam suasana hati si tokoh cerita? Kamu yang memutuskan. :)

Satu hal yang harus dicermati dari menulis detail ini adalah, efektivitas dari  kata dan atau kalimat dalam satu paragraf. Kalimat harus deskriptif, namun tetap efektif, jangan terlalu panjang. Apabila ada kata atau kalimat yang sebenernya keberadaannya insignifikan, alias dengan atau tanpa kata atau kalimat tersebut sebenarnya tidak mempengaruhi jalannya cerita, maka lebih baik kata atau kalimat tersebut dibuang saja.

Intinya sih; nggak penting, cut!

2. Penggalan Paragraf Jangan Monoton

Maksudnya adalah, sebaiknya tidak memukul rata ke seluruh tulisan bahwa satu paragraf terdiri dari 5 kalimat atau 5 baris semua, misalnya. Karena hal ini bisa membuat jenuh pembaca. Jadi, kalau paragraf pertama terdiri dari 5 baris misalnya, maka paragraf keduanya cukup 2 baris saja, nanti paragraf ketiganya 4 baris misalnya. Ya diatur-atur aja sih intinya. Gue udah membuktikan sendiri, apabila membaca tulisan yang rata-rata 5-6 baris semua sepanjang cerita, gue cenderung men-skip beberapa kalimat. Pingin cepat selesai membaca, rasanya. Bosan.

3. Gunakan Tanda Baca yang Tepat

Lagi-lagi ini masalah teknis, sama seperti nomor 2 di atas. Selain sebagai alat bantu alias “rambu-rambu” dalam membaca, tanda baca sangat penting untuk memberikan emosi dalam kalimat. Kamu mungkin bisa merasakan perbedaan emosi dari kalimat “dia tertawa bahagia” dengan “dia tertawa, bahagia”. Bisa kan? Kalimat yang sama persis, hanya berbeda satu tanda koma, namun emosi yang dirasakan menjadi berbeda.

4. Perkuat Karakter Tokoh-tokohnya

Saat kita menulis cerita, karakter tokoh harus diperhatikan. Harus ada satu atau beberapa hal yang membuat pembaca ingat kepada tokoh tersebut. Bisa berupa karakter atau sifat yang menempel pada tokoh, bisa berupa barang, bisa berupa kebiasaan si tokoh, dan lain sebagainya. Apabila masing-masing tokoh telah memiliki karakter yang kuat, setiap ada nama suatu tokoh disebutkan, pembaca dengan sendirinya akan mengingat “oh, dia kan yang tadi cantik tapi jutek setengah mati itu”, misalnya.

5. Jaga Kecepatan Alur Cerita

Salah satu penyakit gue dalam project ini adalah, gue nggak bisa menulis panjang. Mungkin karena gue terbiasa menulis di blog, baik cerita sehari-hari maupun fiksi, yang cenderung berbentuk cerita pendek . Tidak seperti cerpen yang sebaiknya beralur cepat dan memberikan kejutan; dalam menulis novel, kita sebaiknya menulis dengan alur lebih lambat, lebih pelan, lebih deksriptif. Namun jangan terlalu lambat juga sih, jangan terlalu bertele-tele, karena akan membuat cerita menjadi membosankan.

6. Perhatikan Transisi Alur Cerita

Kalau gue perhatiin, setiap novel biasanya memiliki genre utama. Ada yang sedih, ada yang lucu, ada yang romantis, dan lain sebagainya. Walaupun suatu novel memiliki genre utama, tidak dapat dihindari bahwa ia pasti mengandung kombinasi dari peristiwa-peristiwa sedih, lucu, romantis, dll. Transisi dari satu peristiwa sedih ke peristiwa lucu misalnya, itu harus dibuat sedemikian rupa agar terlihat smooth dan tidak asal nempel. Pun transisi alur harus dibuat bervariasi agar tidak gampang ditebak. Jangan berpola, selalu sedih-lucu-sedih-lucu-sedih-lucu misalnya.

7. Pilihan Kata Harus Tepat

Dalam menulis, pilihan kata merupakan hal krusial. Kita harus bisa menggunakan kata-kata yang gampang dicerna namun tetap mengena. Selain itu, hindari penggunaan kata yang berulang. Coba cari padanan kata atau frase untuk menggambarkan suatu keadaan yang sama atau suatu peristiwa yang terjadi berulang-ulang.

8. Pesan Dapat Tersampaikan

Last but not least, setiap karya tulisan kita sebaiknya ada pesan moral yang disampaikan. Tidak harus ada, namun sebaiknya ada. Yang perlu diingat adalah, sebaik-baiknya pesan moral yang kita maksud, apabila tidak diiringi dengan cara penyampaian yang baik, hal itu tidak akan ada gunanya.

Salah satu cara agar pesan moral kita sampai dengan baik kepada pembaca adalah, dengan cara menghembuskan pesan moral kita di balik setiap bab yang kita tulis dan kemudian memperjelas pesan moral tersebut pada akhir cerita.

Yak, kurang lebih itulah hal-hal baru yang gue dapat dari project kali ini. Gue yakin, masih banyak ilmu yang bisa gue dapat ke depannya. Anyway, doakan project kami berjalan lancar, ya! Terima kasihhh :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: