Kamu Percaya Adanya Karma?

by gelaph

Kamu percaya adanya karma?

Jangan terlalu cepat mengangguk. Baca dulu aja postingan saya kali ini. :P

“Biarin ajalah, ntar juga dia kena karmanya sendiri”. Itu kalimat yang cukup sering saya dengar. Kalau ada yang mengucapkan kalimat seperti tadi, apakah bisa disimpulkan ia mempercayai adanya karma?

Karma yang disebut dengan juga dengan Hukum Sebab Akibat, di ajaran Hindu dan Buddha merupakan hasil dari perbuatan di masa lalu. Di kehidupan yang lalu. Karena di ajaran Hindu dan Buddha mengenal  proses reinkarnasi, atau proses terlahir kembali. Setiap makhluk hidup di muka bumi ini akan mengalami siklus yang bernama samsara, yaitu proses reinkarnasi yang berulang-ulang. Feel free to correct me if I’m wrong.

Sebelum seseorang mengalami proses reinkarnasi, ia akan menuju ke surga atau neraka terlebih dahulu. Di proses ini, akan ada semacam pengadilan yang akan menentukan apakah seseorang akan terlahir dengan keadaan lebih baik, ataukah lebih buruk dari keadaan sebelumnya.

Ini ada hubungannya dengan karma baik dan karma buruk. Apabila seseorang sepanjang hidupnya saat ini melakukan hal-hal baik, maka ia akan memiliki karma baik untuk kehidupannya di masa datang. Di proses reinkarnasi berikutnya ia kemungkinan akan terlahir dengan keadaan yang lebih baik. Sebaliknya, apabila seseorang melakukan hal-hal buruk sepanjang hidupnya sekarang, maka ia akan terlahir kembali dengan kondisi lebih buruk di kehidupannya mendatang. Bisa jadi lebih miskin, cacat, atau bahkan terlahir sebagai hewan.

Seseorang baru akan bisa terbebas dari samsara (proses reinkarnasi yang berulang-ulang) apabila ia telah mencapai moksa. Moksa adalah suatu keadaan dimana manusia telah bisa melepaskan diri dari ikatan duniawi. Apabila seorang manusia telah dapat melepaskan diri dari ikatan duniawi, maka ia telah berhak bergabung bersama Brahman, Tuhan tertinggi dalam agama Hindu.

Well, back to topic. Point saya dalam menulis hal ini adalah apabila seseorang percaya akan karma, maka seharusnya ia percaya akan adanya reinkarnasi. Hal ini dikarenakan reinkarnasi dan karma terikat satu sama lain, tidak dapat dipisahkan.

Kamu percaya adanya karma?

Saya melihat ada yang mengangguk.

Kamu percaya adanya reinkarnasi?

Well, if you’re nodding your head again, then that’s right, you have faith with karma at the first place. Tapi kalau kamu menggeleng, maka bukankah untuk pertanyaan pertama kamu juga seharusnya menggeleng?

Then I think, it’s not karma that you have faith with. It’s just somekind of expectation or hope whether somebody got a lil bit difficulties or troubles as an impact of their behaviour. The faster the hope realizes as a reality, the better it is. (Correct me if I’m wrong. =P)

2 Comments to “Kamu Percaya Adanya Karma?”

  1. Term “karma” nampaknya mengalami pergeseran makna. Arti simpelnya “baik dibalas baik, buruk dibalas buruk”, pdhl dlm makna yg sbnrnya, karma itu hubungannya sama reinkarnasi, kan?
    Kalo “baik dibalas baik, buruk dibalas buruk” gw percaya banget, setiap perbuatan pasti ada balasannya, baik itu di dunia maupun di luar dunia (menghindari penggunaan kata “akhirat” yg agak agak gimana gt ya :p)
    Yg jadi pertanyaan gw skrg, ada ga sih kata asli dlm bahasa Indo yg paling tepat menggantikan kata “karma”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: