II. Green Canyon

by gelaph

“Kamu pernah ke Green Canyon?” Raka -demikian lelaki ini biasa dipanggil- bertanya padaku ketika kami telah duduk nyaman di restoran seberang kantor.

Aku menjawab singkat, “Belum. Kamu?”

“Tiga bulan lalu. Masih dengan teman-teman yang sama.”

Well. Ada hal menarik yang bisa diceritakan?”

“Walaupun tidak semenarik kamu, tapi baiklah, “ Raka mengusap-usap kedua tangannya,  “Green Canyon itu sebenarnya sungai biasa. Tapi yang menarik adalah ia berwarna hijau ketika hari cerah.”

“Terus?” aku pura-pura tak mendengar kalimat pertamanya.

“Ya terus, aku mau nonton Skyfall sama kamu,” ia tersenyum.

Kami bertatapan selama sekian detik.

“Aku lebih pingin denger kamu cerita tentang Green Canyon sih,” aku membalas senyumnya, “kopi. Green Canyon. Weekend. Perfect, right?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: