Fiction and Imagination

II. Green Canyon

“Kamu pernah ke Green Canyon?” Raka -demikian lelaki ini biasa dipanggil- bertanya padaku ketika kami telah duduk nyaman di restoran seberang kantor. Aku menjawab singkat, “Belum. Kamu?” “Tiga bulan lalu. Masih dengan teman-teman yang sama.” “Well. Ada hal menarik yang bisa diceritakan?” “Walaupun tidak semenarik kamu, tapi baiklah, “ Raka mengusap-usap kedua tangannya,  “Green Canyon… Continue reading II. Green Canyon

Fiction and Imagination

I. Main Matahari

“Kamu ke mana aja? Kok lama gak keliatan ya kayaknya?” “Aku habis liburan ke sekitaran Nusa Tenggara. Biasa, backpacking dengan geng cowok-cowok.” “Oh, pantes aja kamu iteman. Main matahari mulu ya pasti?” “Mana mungkin sih aku mainin kamu, Matahari?” “Yeee, maksud aku kan matahari secara harfiah. Bukan aku.” “Hehehe. Abisnya Matahari yang ini gak mau… Continue reading I. Main Matahari

Fiction and Imagination

111 Kata: Sehari-hari

Yak. Tergiur oleh ajakan Kak Konih (@Dear_Connie) untuk ikutan nulis flash fiction 111 kata, gue akhirnya membuat beberapa tulisan berikut. 1. Pintu Ajaib 2. Cangkir Kesayangan 3. Dua Jendela 4. Bahkan Sendok Pun Bisa Mati 5. Piring Porselen Paling Cantik 6. Kompornya di Mana? 7. Sesuatu yang Penting di dalam Kulkas 8. Di Atas Meja… Continue reading 111 Kata: Sehari-hari

Fiction and Imagination

9. Kursi Goyah

Usai sudah, semua berlalu. Biar hujan menghapus jejakmu. Seorang mahasiswa duduk di kursi balkon atas rumah sambil menggenjreng gitar kesayangannya. “Kita putus ya.” Demikian tiga kata maut yang diucapkan gadisnya lewat telepon tiga jam yang lalu. “Kenapa?”  sang mahasiswa berseru tertahan,“pasti kamu jadian dengan Andre ya? Atau Rio?” “Bukan urusan kamu.” Tiga kata mematikan berikutnya… Continue reading 9. Kursi Goyah

Fiction and Imagination

8. Di Atas Meja

Di lantai, seekor tante semut menyapa keponakannya, “Kamu gak naik ke atas? Ada apple pie lho. Kayaknya Nyonya lupa masukin ke dalam kulkas.” Mendengar kata apple pie, si semut kecil segera memutuskan untuk merayap ke atas meja. Setelah memanjat salah satu kaki benda segi empat tersebut, ia menemukan makanan favoritnya di atas piring beling yang… Continue reading 8. Di Atas Meja